Mengenal Jenis-jenis Metode Pengajaran Bahasa

    Metode pengajaran adalah cara yang digunakan oleh seorang pengajar atau pendidik untuk menyampaikan informasi, membimbing, dan memfasilitasi pembelajaran siswa. Metode pengajaran mencakup berbagai teknik dan strategi yang dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Metode pengajaran dapat bervariasi tergantung pada subjek yang diajarkan, tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, dan konteks pembelajaran. 

Metode pengajaran
Metode pengajaran Bahasa

    Pengajaran bahasa asing di sekolah menggunakan berbagai metode yang tentunya disesuaikan dengan target serta rancangan pembelajaran. Metode pengajaran bahasa asing tersebut diantaranya sebagai berikut

1.  Total Physical Response

    Total Physical Response (TPR) merupakan metode yang dikembangkan oleh Dr. James J. Asher, yang merupakan profesor emeritus psikologi di San Jose State University. Metode ini bergantung pada asumsi bahwa ketika belajar bahasa kedua atau tambahan, bahasa diinternalisasi melalui proses memecahkan kode yang mirip dengan perkembangan bahasa pertama dan bahwa prosesnya memungkinkan untuk jangan panjang mendengarkan dan mengembangkan pemahaman sebelum berproduksi.

    Karakteristik dari TPR adalah, guru bertanggung jawab untuk memberikan perintah dan memantau gerakan fisik yang dibuat siswa. Sebaliknya, para siswa menirukan guru secara lisan maupun secara tertulis.

    Contoh cara penerapan metode TPR

  1. Latihan dengan menggunakan perintah (Imperative Drill).
  2. Dialog atau percakapan
  3. Bermain peran (Role Play)
  4. Presentasi dengan OHP atau LCD
  5. Aktivitas membaca dan menulis untuk menambah pengetahuan kosa kata.

      

    Kelebihan dari metode TPR

  1. Pembelajaran bahasa terasa lebih menyenangkan
  2. Siswa merasa terbebas dari perasaan tertekan
  3. metode yang mudah di kombinasikan dengan metode lain
  4. siswa mempunya ingatan jangka panjang mengenai apa yang sudah di pelajari.

    

    Kekurangan dari metode TPR

  1. Aturan dalam bahasa sangat kompleks
  2. Metode TPR ini cocok dan terbatas untuk pembelajar tingkat dasar/pemula
  3. Penerapan teknik ini memerlukan guru-guru yang mampu berbicara dalam bahasa target dengan baik.


2. Metode Penerjemahan Tata Bahasa (Grammar Translation Method GTM)

    Metode Penerjemahan tata bahasa pertama kali di perkenalkan oleh seorang ilmuwan berana Plotz pada akhir abad ke-19. Metode ini merupakan metode yang paling lama ada di dunia pembelajaran bahasa asing.

    Ciri dari Metode Penerjemahan Tata Bahasa yaitu :

  1. Kelas diajarkan dengan menggunakan bahasa ibu dengan tujuan agar pembelajar dapat menyerap dan memahami materi dengan mudah
  2. Pengajaran dimulai dengan pemberian pola kalimat dan mengacu kepada gramatika formal
  3. Terdapat dua ciri yang menonjol pada metode ini, yaitu proses menghapal dan menerjemahkan kosakata
  4. Lebih menekankan pada keterampilan membaca dan menulis.

    Kekurangan metode ini GTM

  1. Metode ini sangat menekankan pada kmampuan mendengarkan dan berbicara
  2. Pengucapan, artikulasi dan intonasi tidak terlalu diperhatikan dalam proses menerjemahkan
  3. Pembelajar jarang mendapat kesempatan diskusi
  4. Metode ini berpotensi membatasi siswa berpikir secara langung dalam bahasa asing karena cenderung menerjemahkannya terlebih dahulu ke dalam bahasa ibu.

    Beberapa kelebihan dari GTM 

  1. Pelajar lebih mudah dalam memahami kata dan frasa karena bahasa asing diterjemahkan ke dalam bahasa ibu
  2. GTM mengembangkan kemampuan menerjemahkan yang baik
  3. Kata dan frasa dipelajari dan dijelaskan secara mudah dengan menerjemahkan
  4. Guru dapat menguji pemahaman bahasa asing pelajar dengan lebih mudah

3. Metode Audio-lingual

    Metode Audio-lingual telah berkembang pada saat perang dunia ke II. Metode Audio-lingual dianggap lebih inovatif karena mampu mencapai kompetensi komunikatif lebih cepat. Metode ini dikembangkan berdasar kepada teori behavioristik, sehingga proses belajarnya menekankan pada suatu pengulagan.

    Karakteristik metode Audio-lingual yaitu :

  1. Tujuan metode ini adalah untuk mencapai penguasaan empat kemahiran berbahasa secara seimbang
  2. Terdapat proses belajar sistem bunyi oleh siswa
  3. Pelajaran menulis merupakan representasi dari pelajaran berbicara
  4. Guru menjadi pusat kegiatan belajar di kelas.

    Beberapa kelebihan metode Audio-lingual 

  1. Dapat diterapkan pada kelas yang memperbanyak latihan serta praktek dalam keterampilan menyimak dan berbicara
  2. Sesuai bagi tingkatan linguistik para siswa
  3. Metode ini dapat diterapkan dalam suatu kelas besar.
  4. Pemberian Drill secara langsung dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam meningkatkan kemampuan bebicaranya.

    Kekurangan metode Audio-lingual

  1. Dalam menerapkan metode ini diperlukan guru yang terampil dan cekatan.
  2. Proses pengulangan seringkali membosankan bagi pelajar
  3. Peran guru sangat mendominasi di dalam kelas
  4. Teknik drill, latihan penghafalan dan lainnya mungkin bisa membuat bahasa menjadi sebuah kebiasaan, akan tetapi sulit untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.


4. Metode Oral

Metode oral adalah empat keterampilan berbahasa yang terdisi dari mendengar, berbicara, membaca dan menulis. Metode ini diangkat dari sebuah asumsi dimana bahasa yang pertama adalah ujaran. Sehingga proses pembelajaran bahasa harus dimulai dengan memperdengarkan bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk kata maupun kalimat, kemudian melangkah kepada membaca dan menulis.

    Karakteristik Metode Oral

  1. Aktivitas belajar melalui metode ini didemonstrasikan, yaitu berupa drill gramatika, latihan ucapan serta juga latihan penggunaan kosakata dengan cara menirukan pendidik atau native informant.
  2. Native informant bertindak sebagai drill master dengan cara mengucapkan beberapa kalimat kemudian peserta didik menirukan hingga mereka hafal.
  3. Gramaatika diajarkan secara tidak langsung melalui kalimat-kalimat yang dipilih sebagai model atau pola
  4. Pada level advance, proses pembelajaran dilakukan dalam format diskusi dan dramatisasi

    Beberapa kelebihan Metode Oral 

  1. Mampu melatih kepercayaan diri siswa karena berupa latihan pengucapan atau pelafalan kata-kata
  2. Mampu melatih ketepatan dalam pelafalan atau pengucapan kata-kata
  3. Dapat menciptakan kebiasaan dalam berbahasa

    Kekurangan metode Oral

  1. Metode ini hanya melatih berbicara dan pelafalan bukan analisis kata atau kalimat
  2. Latihan metode ini terkadang bersifat monoton dan membuat peserta didik menjadi bosan
  3. Menghambat bakat dan inisiatif siswa karena siswa lebih banyak dibawa ke arah penyesuaian dan diarahkan untuk jauh dari pengertian.


5. Metode Communicative Learning

    Metode belajar komunikatif dalam proses pembelajaran bahasa bermula dari adanya perubahan-perubahan dalam tradisi pembelajaran bahasa di Inggris di tahun 1960-an. Metode komunikatif disebut juga dengan komunikatif approach, yaitu metode pembelajaran yang memberikan penekanan pembelajaran pada interaksi siswa sebagai tujuan akhir pembelajaran.

    Ciri-ciri metode Communicative Learning.

  1. Mengembangkan keterampilan komunikasi pembelajar
  2. Mengutamakan makna sebenarnya dibandingkan dengan tata gramatikalnya
  3. Adanya kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial yang saling berkaitan
  4. Pembelajaran berorientasi pada pemerolehan kompetensi komunikatif
  5. Materi pembelajaran berangkat dari analisis kebutuhan berbahasa.

    Kelebihan metode Communicative Learning

  1. Kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa akan cepat tercapai karena metode ini menekankan kepada komunikasi
  2. Siswa dapat termotivasi untuk belajar bahasa asing
  3. Kenyamanan suasana di kelas dapat tercipta dengan baik karena siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan teman-temannya atau gurunya.


    Kekurangan communicative Learning

  1. Sulit dalam memberikan penilaian
  2. Adanya kelemahan dalam penyediaan Authentic Material
  3. Kesalahan tata bahasa


6. Metode ASTP (Army Method)

    Metode ASTP dikembangkan pada masa perang dunia ke II. Dimana pada saat itu Angkatan darat Amerika membutuhkan ahli bahasa yang mampu menguasai berbagai bahasa untuk keperluan strategisnya, sehingga kemudian dibentuklah sebuah program yang dikenal dengan nama Army Specialized Training Program (ASTP).

    Karakteristik dari metode ASTP 

  1. Menekankan pada aspek pengucapan
  2. Dilakukan secara intensif pada waktu yang singkat
  3. Latihan pengucapan diberikan kepada pembelajar dengan jumlah tidak lebih dari sepuluh orang
  4. Menggunakan native speaker
  5. Subjek belajar adalah pembelajar yang memiliki motivasi tinggi dan tujuan belajar yang jelas

    Adapun beberapa kekurangan dari ASTP

  1. Metode ini sesuai dengan hakikat bahasa, “bahasa adalah ucapan”
  2. Sesuai dengan proses memperoleh atau belajar bahasa ibu
  3. Setiap bahasa memiliki karakteristik sehingga setiap bahasa tidak perlu di perbandingkan
  4. Pengajar merupakan penutur asli yang telah terlatih


    Kekurangan metode ASTP 

  1. Ada keterampilan berbahasa yang lebih penting dari keterampilan berbicara, dan keterampilan tersebut kurang terasah.
  2. Belajar berbahasa asing sebenarnya memiliki perbedaan dengan belajar bahasa ibu
  3. Diperlukan strategi yang baik dalam menerapkan metode ASTP


7. Metode Gouin.

    Metode Gouin diperkenalkan oleh ahli bahasa Francis Gouin. Metode ini didasarkan pada sebuah pemikiran dimana bahasa asing harus dipelajari dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh anak kecil, dimana prinsipnya adalah mentranformasikan persepsi ke dalam serangkaian konsep kalimat yang berhubungan dan mudah diterima.


    Karakteristik dari metode Gouin 

  1. Banyak terdapat interaksi lisan
  2. Banyak penggunaan bahasa secara spontan
  3. Tidak memerlukan terjemahan ke dalam bahasa ibu
  4. Terdapat aksi pantomim
  5. Tidak menggunakan bahasa ibu dalam proses belajar

    Kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran Gouin

  1. Ada banyak kesempatan untuk mendengarkan bahasa target dengan baik. Pengajar yang menggunakan metode ini harus mampu melakukan pantomim sambil mengucapkan ke dalam bahasa asing, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman listening dengan baik
  2. Lingkup kosakata yang terbatas. Kosakata yang digunakan dalam metode gouin di dominasi oleh verba, sehingga peserta didik harus memperbanyak perbendaharaan kosakatanya secara mandiri di luar kelas.

8. Direct Method Berlitz

    Metode langsung yaitu metode pengajaran bahasa asing dengan cara menyampaikan bahasa asing secara langsung sebagai bahasa pengantar serta tanpa menggunakan bahasa ibu. Apabila terdapat kosakata yang tidak dipahami oleh peserta didik, maka guru akan menggunakan alat peraga atau mendemonstrasikannya.

    Karakteristik Direct Method Berlitz 

  1. Hubungan langsung antara bahasa yang diajarkan dan pikiran pembelajar selalu dijaga.
  2. Bahasa ibu pembelajara tidak dipakai sama sekali
  3. Kata-kata yang abstrak diajarkan dengan menghubungkan pengertian dengan demonstrasi.
  4. Tata bahasa diajarkan dengan cara memberikan contoh
  5. Pada umumnya kata-kata diberikan dalam hubungan kalimat, bukan dalam bentuk kata benda.

    Keunggulan Direct Method

  1. Metode ini baik digunakan untuk tujuan mempelajari bahasa lisan
  2. Pengajar dapat mengajar di kelas yang berbeda bahasa ibunya, contohny seperti sekolah-sekolah yang berada di kota.


    Kelemahan Direct Method

  1. Pengajar harus benar-benar fasih serta menguasai bahasa asing.
  2. Tidak dapat di terapkan dalam kelas besar
  3. Pemberian keterangan atau demonstrasi seringkali membuang-buang waktu.
  4. Susunan pelajaran sebagian dipengaruhi oleh apa saja yang mudah diajarkan