Pendekatan dalam dunia pendidikan mengacu pada cara atau metode yang digunakan dalam proses pengajaran dan pembelajaran. Pendekatan juga mencakup berbagai strategi serta filosofi yang mendukung bagaimana peran seorang guru dalam memberikan pendekatan terhadap materi pembelajaran, serta bagaimana agar siswa dapat berinteraksi dengan materi tersebut.
![]() |
| Pendekatan dalam pembelajaran |
Terdapat beberapa pendekatan yang sering digunakan dalam pengajaran bahasa terutama bahasa asing diantaranya dijelaskan sebagai berikut.
1. Pendekatan Aliran formatif Generatif
Aliran
tranformasi Generatif adalah aliran linguistik yang menjadi reaksi dari aliran struktural, teori ini berasumsi
bahwa pembelajaran bahasa adalah sebuah
proses pembentukan kaidah dan bukan merupakan pembentukan pembiasaan
seperti yang dijelaskan dalam teori aliran Strukturalisme.
Menurut Chomsky,
bahasa-bahasa yang ada di dunia hanya pada tingkat dalamnya saja (deep struktur), sedangkan
pada struktur lainnya (surface struktur) bahasa
itu berbeda. Pada tingkat dalam bahasa itu terdapat rumus-rumus tata bahasa yang mengatur
proses yang memungkinkan aspke-aspek bahasa itu dapat bekerja
Beberapa ciri dari aliran Transformasi generatif antara lain :
a) Berdasarkan paham Mentalistik
b) Bahasa merupakan innate
c) Bahasa terdiri atas lapis dalam dan lapis permukaan
d) Bahasa terdiri atas unsur kompeten dan performa
e) Analisis bahasa bertolak pada kalimat
f) Bahasa bersifat kreatif
g) Membedakan kalimat inti dan kalimat transformasi
h) Gramatikal bersifat generatif
i)
Analisis diwujudkan
dalam bentuk rumus dan diagram pohon.
Kemudian ada beberapa kelebihan
dan kelemahan transformasi generatif, antara lain :
a)
Sebagai teori kecerdasan linguistik
b)
Teori ini
sangad membantu dalam belajar membaca dan menulis.
c)
Teori ini rumit
karena tidak bisa diukur, akan tetapi hanya dapat dirasakan
d) Tidak semua orang memiliki kecerdasan linguistik yang baik.
2. Pendekatan Aliran Strukturalisme
Teori aliran strukturalisme pertama
kali lahir di Prancis pada tahun 1960-an
yang berbasis pada karya Ferdinand de Saussure yang digunakan untuk
memahami struktur-struktur yang mendasar pada bahasa. Aliran ini menelusuri penggunaan bahasa berdasarkan prinsip-prinsip universal
dari pikiran manusia
yang menjadi dasar
karakter budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh manusia.
Aliran
Strukturalisme memiliki beberapa pandangan mengenai bahasa, antara lain ;
a) Berlandaskan pada paham behaviorisme
b) Hanya ujaran yang termasuk ke dalam bahasa
c) Bahasa merupakan sistem tanda
d) Bahasa merupakan kebiasaan
e) Kegramatikalan berdasarkan keumuman
f) Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi, mulai dari yang morfem sampai menjadi kalimat
g) Analisis dimulai dari bidang morfologi
h) Bahasa merupakan deret sintakmatik
3.
Pendekatan Aliran Kognitivisme
Aliran kognitif
berasal dari kata “Cognition” yang dapat diartikan
sebagai perolehan, penataan
dan penggunaan pengetahuan. Teori perkembangan kognitif
pertama kali dikembangkan oleh Piaget, Jarome Bruner, Ausebel dan Robert
M. Gagne.
Kelebihan aliran Kognitivisme antara lain ;
a) Menjadikan siswa lebih kreatif dan mandiri
b) Teori kognitif dapat memaksimalkan ingatan yang dimiliki oleh peserta
didik
c) Peserta didik dapat memantau alur pengembangan dari materi yang
diberikan
d) Teori kognitif sudah diterapkan pada kurikulum pendidikan di indonesia
Kekurangan aliran kognitivisme
e) Teori ini sulit dipraktekkan pada pendidikan tingkat lanjut
f) Menganggap semua pelajar memiliki kemampuan yang sama
4. Pendekatan Aliran Behaviorisme
Burrhus
Skinner memiliki pendapat bahwa hubungan antara stimulus dengan respon yang ditunjukkan individu atau subjek terjadi melalui
interaksi dengan lingkungan. Respon yang ditunjukkan tidak merupakan sepenuhnya dari hasil rangsangan yang ada, akan tetapi juga karena interaksi
antara stimulus dengan respon.
Ciri dari aliran
Behaviorisme antara lain :
a) Teori belajar yang mengutamakan pengaruh dari lingkungan
b) Hasil belajar berfokus pada terbentuknya perilaku yang ingin dibentuk
sejak kecil
c) Lebih mementingkan pembentukan reaksi atau respon dari pelajar
